Kisah Match Officer Muda Persija Jakarta

248684_10200317289444329_1881783257_n

Kali ini tim JakDaily ingin mengangkat profile  salah satu anggota tim yaitu Dwi Putra S M. Jika orang lain yang belum kenal sosok pria bertubuh gemuk ini terlihat biasa saja. Seperti orang yang mempunyai tubuh gemuk lainnya dia terkesan orang yang pemalas, namun semua hal itu akan hilang setelah anda mengenalnya jauh lebih dalam. Ternyata selain sibuk dengan kuliahnya di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta dia juga sibuk dengan aktivitasnya sebagai panpel (panitia pelaksana) Persija Jakarta salah satu klub elit di sepak bola Indonesia. Dan hal itu didapat di usia yang belum menginjak kepala dua, jika dibandingkan dengan orang lain yang baru  bisa mencapai posisi serupa itu meupakan hal yang luar biasa. Disamping itu dia juga mempunyai kesibukan sebagai DJ (Disk Jokey) di beberapa klub malam di ibukota. Ingin mengetahui sosoknya lebih dalam? Berikut liputannya:

Bisakah anda ceritakan bagaimana awalnya anda bisa berkiprah menjadi panpel?

Awalnya saya memang suka dengan Persija Jakarta dan semenjak SD saya suka menonton langsung di stadion Lebak Bulus,  lalu pada tahun 2011 saat Persija mengadakan Trofeo (kompetisi memperingati ultah tim ibukota ini) saya menawarkan diri pada teman saya yaitu Diki salah satu official Persija untuk membantu jika ada yang bisa saya bantu. Saat itu saya menawarkan tanpa  meminta imbalan, tidak lama kemuadian liga Indonesia pun dimulai. Karena saya sudah sering membantu saya pun diminta bantuan lagi saat liga dimulai oleh Viola (media Officer Persija) kemudian saya diberikan jabatan Match Officer yaitu yang memimpin FIFA anthem dan mensterilkan area lapangan sewaktu pertandingan berlangsung. Naah saat itu laah saya menggeluti menjadi panpel hingga saat ini.

Apa yang anda rasakan saat pertama kali mempin sebuah pertandingan? Apalagi berskala nasional seperti ini?

Awalnya sih deg degan, sampai 2 pertandingan awal saya masih didampingi. Tapi setelah itu saya mulai belajar dan bisa sendiri sampai sekarang.

Rasanya bagaimana sih menjadi Match Officer sebuah klub besar seperti Persija ini?

Yaa rasanya sih bangga banget bisa bekerja seperti ini, tapi saya mengaggapnya bukan pekerjaan tapi mengabdi sih ya. Saya yang 2010 masih duduk di tribun dan belum tahu apa-apa tapi di tahun 2011 udah menjadi match officer yang duduk di sebelah bench pemain merupakan kebanggan tersendiri buat saya.

Mengenai honor, berapa besar yang anda terima di Persija?

Hehe kalau soal honor sih rahasia tapi buat seumuran saya yang masih 20 tahun sih sudah sangat cukup yaa ibaratnya untuk membeli baju baru sendiri yaa cukup laah.

Ada tidak kejadian yang kurang menyenangkan saat menjadi Match Officer?

Pernah, jadi pekerjaan saya itu kan mempunyai potensi yang harus berhadapan dengan orang-orang yang berbeda dan punya watak yang berbeda pula jadi ada saa perkatan-perkataan yang kurang mengenakan. Misalnya saat Persija belum mendapat izin dari kepolisian jadi tim tamu dari luar tidak bisa memakai stadion GBK kemuadian mereka protes terus tidak terima yaa kira-kira seperti itu laah.

d29995864e8e4756d504bda96ccfb989

Selain menjadi Match Officer anda kan juga menjadi DJ. Bisa diceritain tidak awalnya bagaimana?

Jadi dulu saat lulus SMA saya kan ikut les DJ gitu selama 2 bulan namun setelah itu saya berhenti karena saya merasa itu bukan dunia saya. Kemudian saat semester 2 kakak saya yang kebetulan seorang DJ juga mengajak saya untuk melanjutkan lagi sebagai DJ. Akhirnya saya pun mengasah lagi skill saya yang dulu sempat hilang lalu saya geluti higga saat ini.

Bagaimana sih cara membagi waktu sebagai mahasiswa, panpel dan DJ ini?

Yaa alhamduliah sejauh ini sih tidak pernah bentrok. Kan jadwal kuliah sudah tersusun, menjadi panpel sore hari dan biasanya DJ juga malam hari dan untungnya perkuliahan member toleransi tidak masuk 3x jadi bisa diatur laah kalau suatu saat bentrok.

Sudahkah anda puas dengan pencapaian anda saat ini ? dan apa rencana anda selanjutnya?

Yaa kalo dibilang puas sih manusia ga ada puasnya tapi sejauh ini saya sudah sangat bersyukur. Rencana saya ke depan sih mau mengambil sertifikat nasional dan suatu saat bisa mempin pertandingan timnas. Doakan  saja  yaa amin hehe

Sosok Dwi telah member inspirasi bahwa kaum muda tidak selalu lekat dengan hura-hura namun harus dipersiapkan karena masa depan kita sebagai kaum muda masih sangat panjang. >>[@gerygary/JD] Foto : @Dwiputrasm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: