Kota Tua, Warisan Sejarah Jakarta

https://jakdaily.files.wordpress.com/2013/05/15bb2-fatahillah.jpg

Jakarta, JakDaily – Kota Tua Jakarta yang dikenal juga dengan nama Batavia Lama adalah sebuah daerah kecil di Jakarta. Kota tua memiliki luas 1.3 Kilometer Persegi yang melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kota Tua dijuluki ‘Permata Asia’ pada Abad ke -16 oleh pelayar Eropa karena dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua asia dikarenakan lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

        Tahun 1526, Fatahillah, yang dikirim oleh kesultanan demak menyerang pelabuhan sunda kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran yang kemudian dinamai Jayakarta. Kota ini hanya memiliki luas 15 hektar dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional jawa. Tahun 1610, VOC menghancurkan Jayakarta di bawah Komando Jan Pieterszoon Coen. Satu tahun berselang, VOC membangun kota baru bernama batavia untuk menghormati Batavieren, leluhur Belanda. Batavieanen sebutan penduduk betawi menjadi cikal bakal disebutnya suku “Betawi”

        Tahun 1635, kota ini meluas hingga tepi barat sungai ciliwung, di reruntuhan bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda eropa lengkap dengan benteng, Kanal dan dinding kota. Kota Batavia selesai dibangun tahun 1650 dan kemudian kota ini menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur.

        Tahun 1972. Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin mengeluarkan dekrit yang resmi menjadi kota tua sebagai situs warisan. Keputusan Gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota. Meski demikian kota tua tetap terabaikan. Banyak warga yang menyambut hangat dekrit ini, tetapi banyak pula yang mengira ini semua dilakukan untuk melindungi warisan era kolonial Belanda.

        Kini, Kota tua menjadi salah satu tujuan wisata yang paling diminati di Jakarta. Masyarakat dari anak kecil, pemuda-pemudi hingga orang tua dapat mengunjungi kota tua. Untuk sekedar berfoto dan mengunjungi situs-situs sejarah. Tempat-tempat menarik yang tersedia di Kota tua seperti Gedung Arsip Nasional, Gedung Chandranaya, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Cafe Batavia, Kali Besar ( Grootegracht ), Replika Sumur Batavia, Museum Fatahillah dsb. Banyaknya tempat yang dapat dikunjungi dan sejarah yang panjang dapat menjadi daya tarik kita untuk menjadikan kota tua tujuan utama wisata >>[@dwiputrasm/JD]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: