Profil Adixi, Kiper Muda Persija Jakarta

68526_10200248966560009_1151168643_n

    Jakarta, JakDaily – Musim 2011-2012 Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang berani mempercayai para pemain  mudanya untuk promosi ke level senior. Dengan kebijakan ini juga Persija Jakarta mendapat apresiasi positif dalam rapat evaluasi dalam rapat ISL 2011-2012 8 Agustus lalu.

Salah satu pemain muda yang dipercaya adalah Adixi Lenvizio. Pemain Persija U-21 ini juga menjadi kiper di Persija senior. Statusnya memang menjadi kiper pelapis dibawah Andritany, Galih Sudaryono dan Bagus Djiwo. Tapi pengalaman merasakan atmosfer level senior dapat menjadi bekal untuk karirnya, apalagi keluarganya juga pernah menjadi bagian dari Persija Jakarta

Agar lebih dekat dengan anak dari mantan pemain Persija, Adityo Darmadi ini, berikut hasil wawancara tentang karirnya :

Musim lalu anda dipercaya menjadi kiper Persija U-21 dalam ajang ISL U-21 dan juga menjadi bagian Persija Senior, bagaimana Anda menyikapi ini semua ?

Sebuah kebanggaan tersendiri bisa menjadi kiper inti di Persija U21 dan menjadi bagian di tim Persija senior saat ini, mungkin bagi saya ini mimpi yang jadi kenyataan.

Bisakah ceritakan sejarah singkat bergabungnya Anda di tim Persija Jakarta dan sudah berapa lama menjadi bagian Persija U-21 ?

Saya sudah 4 (empat) tahun di Persija U21, berawal dari Piala Suratin (turnamen junior U18) tahun 2008, saya tergabung bersama tim Persija pusat saat berusia 16 tahun. Setelah Piala Suratin, saya diajak untuk mengikuti latihan bersama Persija U21 oleh Bang Fauzi (pelatih kiper Persija U21 saat itu). Lalu saya ditawari kontrak untuk ikut Persija U21 hingga sekarang. Tahun kemarin (2011), saya mengikuti seleksi tim senior Persija dan Alhamdulillah saya berhasil bergabung di skuad senior sekarang.

Anda disebut kiper masa depan Indonesia, tanggapannya ?

Mudah-mudahan saja jadi kenyataan dan saya akan selalu berusaha sekeras mungkin agar membuat impian tersebut bisa jadi kenyataan

Anda juga menjadi kiper Persija senior dibawah Andritany dan Galih. Seberapa besar pengaruh kedua kiper itu ?

Sangat berpengaruh. Saya bisa banyak belajar dari mereka berdua di dalam maupun di luar lapangan, sangat menyenangkan bisa bekerja bersama kedua senior tersebut.

Siapa Pemain dan Pelatih idola ?

Pemain idola jelas Adityo Darmadi, ayah saya sendiri. Untuk pelatih, pasti Harry Tjong yang juga kakek saya sendiri. Hehehe..

Sosok yang paling berperan dalam karir Anda di sepakbola ?

Keluarga saya yang sangat mendukung saya menjalani karir di sepakbola.

Keluarga Anda juga bisa dibilang sebagai keluarga sepakbola. Bisa diceritakan ?

Baik dari keluarga ayah maupun ibu sama-sama memiliki garis keturunan pemain sepak bola. Jadi ada tiga generasi sebenarnya. Kakek dari ayah saya yang juga pernah pemain sepak bola hingga menurun ke ayah dan paman saya yang juga membela Persija Jakarta (Adityo dan Didik Darmadi) sedangkan kakek dari ibu saya yaitu Harry Tjong, adalah mantan pemain dan pelatih tim nasional Indonesia. Om saya (Eduard Tjong) juga menjadi pelatih klub Persiba Bantul. Generasi ketiga yaitu kakak saya menjadi pemain sepak bola profesional, membela PS Sumbawa Barat (Divisi Utama) dan saya sendiri yang kini ada di Persija Jakarta.

Beberapa tahun lalu Anda juga menjadi bagian Tim nasional Indonesia, bisa dijelaskan ?

Saya sempat membela tim nasional Indonesia U16 di Pra Piala Asia yang dilangsungkan di Jakarta pada tahun 2007.

Tak banyak orang tahu alasan Anda memilih nomor punggung ’29′, ada cerita khusus?

Angka 29 berasal dari tanggal lahir saya (29 September 1992). Karena selalu ada unsur 2 dan 9 di tanggal tersebut, akhirnya saya memilih nomor 29 untuk saat ini.

Pemain yang paling dekat dengan Anda?

Saya suka berteman dengan semua pemain. Namun saya sangat dekat dengan Fahreza Agamal dan Delton Stevano karena sama-sama sekolah sepak bola di ASIOP hingga sekarang saya akhirnya satu tim bersama mereka di Persija.

Pengalaman unik Anda di Persija U-21 maupun Persija senior ?

Bukan unik, lebih tepatnya pengalaman berharga. Bisa bermain di skuad Persija Jakarta artinya saya diberi kesempatan belajar dari para senior disini. Di Persija U21 pun saya juga mendapat berbagai pengalaman dan persahabatan. Ini semua tak ternilai bagi diri saya dan saya merasa sangat beruntung.

Apa harapan untuk karir Anda kedepannya ?

Tentu bisa tetap bertahan di Persija Jakarta dan bisa mendapat kesempatan lebih baik. Untuk kedepannya, pasti impian semua pemain sepak bola Indonesia bisa memakai lambang garuda di dada.

Harapan, pesan dan kesan untuk Persija Jakarta dan Jakmania ?

Kesan saya buat Jakmania adalah LUAR BIASA. Dukungan terus menerus tanpa henti untuk Persija Jakarta sangat berarti untuk tim dan pemain. Harapan saya semoga Jakmania bisa lebih kompak dan tetap dukung PERSIJA JAKARTA selamanya. >>[@dwiputrasm/JD]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: